RMOLBengkulu. APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Lebong Tahun Anggaran (TA) 2019 belum lama ini telah disahkan. Namun, nampaknya Pemkab Lebong tidak menganggarkan biaya Pilkada Serentak Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebong tahun ini.

Hal itu sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, Mustarani saat dibincangi RMOLBengkulu, Sabtu (10/8) lalu.

“Tentang pagu untuk Pilkada 2020 kita mengacu pada kemampuan keuangan daerah. Artinya, memang belum diakomodir di APBD Perubahan karena memang keterbatasan anggaran,” kata Mustarani.

Atas kondisi ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong merasa keberatan. Sebab, walaupun PKPU Pilkada 2020 belum diundangkan. Namun, penyelenggara pemilu ini menperkirakan tahapan akan berangsur tahun 2019 ini.

“Kita akan berkoordinasi lagi dengan Pemkab Lebong,” kata Ketua KPU Lebong, dikonfirmasi, Selasa (13/8) lalu.

Dia menjelaskan, dalam dalam draf rancangan anggaran Pilkada 2020 ada beberapa tahapan yang disusun tahun 2019 ini.

Diantaranya sosialisasi syarat dukungan calon perseorangan, launching Pilkada, rapat kerja hingga bimtek persiapan pilkada. Dimana pagu dana yang dibutuhkan mencapai Rp 579 juta.

“Info yang kita terima begitu. Biasanya, ada launching Pilkada serentak se-Indonesia dalam bentuk sosialisasi. Ini kan tentunya membutuhkan biaya tak sedikit,” jelasnya.

Dia mengaku, dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan Pemkab Lebong. “Kita semuanya berharap Pilkada di Lebong nantinya berjalan sukses dan lancar,” demikian Khidhr. [tmc]



Artikel ini dikopi dari sumber yang dapat dikunjungi disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.