PortalMadura.com– Anda hendak membangun rumah idaman dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tapi bingung bank mana yang menawarkan suku bunga KPR rendah?

Mengenal Suku Bunga Dasar Kredit?

Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia
Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia

Suku bunga dasar kredit atau Prime Lending Rate adalah suku bunga dasar paling rendah di mana Bank belum menghitung premi resiko dari kredit tersebut. Untuk menentukan SBDK, perbankan harus menentukan tiga komponen biaya yang dikeluarkan oleh Bank yaitu harga pokok dana, overhead, dan juga profit margin. Suku Bunga Dasar Kredit Perbankan ini kemudian dilaporkan ke Bank Indonesia sehingga BI dapat mengetahui SBDK seluruh Bank yang ada di Indonesia.

Akan tetapi, suku bunga dasar kredit belum memperhitungkan komponen premi risiko. Besaran premi risiko tergantung penilaian bank terhadap risiko (prospek pelunasan kredit) masing-masing nasabah atau kelompok nasabah.

Kalau SBDK sudah ditambah dengan premi risiko, barulah ketemu suku bunga kredit yang akan dikenakan nasabah atau disebut juga lending rate. Jadi besarnya suku bunga kredit yang dibebankan ke nasabah belum tentu sama dengan SBDK ya.

Perbankan wajib mengumumkan SBDK di setiap kantor atau cabang, maupun website masing-masing bank. Hal ini merupakan amanat dari Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/5/DPNP tentang Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit.

Berikut ini Bunga KPR Terkini di 16 Bank Besar di Indonesia.

No Bank SBDK KPR per Tahun
1 Bank BCA 9,90%
2 Bank Mandiri 10,25%
3 Bank BNI 10,50%
4 Bank BRI 9,98%
5 Bank BTN 10,50%
6 Bank OCBC NISP 10,20%
7 Bank Maybank Indonesia 9,75%
8 Bank Danamon 10,25%
9 Bank Permata 10,25%
10 Bank UOB Indonesia 10,50%
11 Bank CIMB Niaga 9,50%
12 Bank HSBC Indonesia 10,75%
13 Bank DBS Indonesia 10,39%
14 Bank Mayapada 11,90%
15 Bank Standard Chartered Indonesia 10,04%
16 Bank Commonwealth 12,00%

KPR merupakan suatu cara mencicil rumah atau keperluan konsumtif lainnya dengan menjaminkan berupa rumah yang akan kamu miliki dengan skema biaya hingga 90% dari harga rumah. Jadi saat ini kamu tidak perlu lagi bertanya tanya “apa itu KPR”, namun kamu juga harus mengetahui keuntungannya, salah satu di antaranya yaitu dengan mengajukan KPR secara tidak langsung kamu tidak perlu menabung untuk membeli rumah karena, dengan cara mencicil ini akan lebih mudah dan ringan untuk pembayarannya.

Selain itu, Para developer rumah juga sudah bekerja sama dengan bank agar dapat memproses pengajuan KPR para calon pembeli rumah. Bagi kamu yang ingin membeli rumah pastinya sudah mencari tahu kan sekilas mengenai apa saja yang dibutuhkan agar bisa memiliki rumah dengan cara ‘ringan’. nah disini kita mau jelasin mengenai cicilan yang biasa digunakan banyak masyarakat agar dapat memiliki rumah.

Biasanya dalam proses pengajuannya kamu akan mengisi form pemesanan rumah dari developer setelah itu lanjut untuk melunasi biaya DP atau uang muka.

Persyaratan Umum Pengajuan KPR

  • Umur Dari Calon Pemohon Minimal 21 Tahun dan Tidak Lebih Dari 50 Tahun
  • KTP
  • Akta Nikah
  • Kartu Keluarga
  • Surat Keterangan Warga Negara Indonesia
  • Dokumen Kepemilikan (SHM, IMB dan PBB)

* Dokumen Tambahan Untuk Karyawan

  • Slip Gaji 3 Bulan Terakhir
  • Surat Keterangan Kerja
  • Buku Tabungan Dengan Transaksi Keluar Masuk 3 Bulan Terakhir

* Dokumen Tambahan Untuk Wiraswasta

  • Bukti Transaksi Usaha Yang Dimiliki
  • Rekening Tabungan Beserta Catatannya
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Dengan adanya KPR ini tentu sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan dana terbatas. Karena, dengan mengajukan kredit ini jika ‘lolos’, bank memiliki hak dari properti itu sampai kita melunasinya. Nah sebelum mengajukan permohonan Ada 3 jenis nih yang bisa kamu pilih :

KPR Subsidi

  • Biasanya ditujukan untuk mereka yang memiliki penghasilan dibawah UMR daerah
  • Bisa di manfaatkan untuk pembangunan rumah atau renovasi rumah
  • Kredit ini diaturpemerintah agar adil dan tepat. jadi, orang yang mengajukannya ini akan terlihat apakah bisa di subsidi atau tidak
  • Suku bunga dari Subsidi ini cukup rendah. Selain itu, DP yang pasti lebih terjangkau

KPR Non-Subsidi

  • Kredit yang paling umum dan ditujukan untuk seluruh masyarakat
  • Ketentuan KPR diatur dan dipegang oleh setiap bank dari besaran kredit dan bunga yang berbeda setiap bank
  • Memiliki subsidi juga tetapi, berbentuk suku bunga yang disubsidi
  • Bebas pajak (VAT)

KPR Syariah

  • Menggunakan Prinsip Akad Murabahah (Jual – Beli)
  • Sekarang bank-bank akan memberikan produk kredit yang beragam dan juga persyaratan yang dibuat untuk pemohon KPR juga berbeda.

Menentukan Properti

Yang pertama pastikan propertinya dahulu, mulai dari memilih lokasinya hindari lokasi yang rawan banjir, akses yang cukup baik dan mudah untuk mencapai lokasinya. Cari lokasi yang paling terdekat dengan tempat anda bekerja. Perhatikan fasilitas yang ada di dalam properti yang kamu pilih apakah tersedia transportasi umum seperti dekat jalan besar, dekat stasiun atau fasilitas umum seperti supermarket, tempat ibadah, sekolah, dan lain lain.

Menentukan Bank
Pilih bank yang sesuai dengan pilihan kamu karena untuk pengajuan KPR ini harus memilih yang benar benar sesuai dengan kamu agar lancar dalam prosesnya nanti. Carilah yang memiliki bunga paling rendah dan tidak dibuat sulit untuk persyaratan awalnya. Banyak juga yang memilih bank yang sudah dimiliki dari pemohon.

Menentukan Developer
kebanyakan developer sekarang sudah melakukan kerja sama dengan beberapa bank. Pastikan kamu untuk memilih developer yang memiliki kualitas yang baik dan terpercaya pastikan juga developer yang kamu pilih memiliki izin untuk membangun proyek.

Mengisi Form Pemesanan
Setelah memilih bank dan developer yang akan kamu gunakan, dan menentukan lokasi dari rumahnya. Lalu, isi form booking unit. Form tersebut akan berisikan tanggal pembayaran booking dan pelunasan DP yang telah disetujui.

Melakukan Pembayaran
Selanjutnya melakukan pembayaran booking fee, besaran biaya booking fee tergantung dari pihak pengembang karena, apabila kita membeli sebuah properti besaran dari booking fee adalah wewenang dari pihak penjual.

Melunasi Uang Muka
Pada umumnya kamu akan diminta untuk melunasi uang muka terlebih dahulu dengan besaran 20-40% tergantung dari ketentuan masing-masing bank. Baiknya kamu jangan langsung melunasi uang muka terlebih dahulu, sebelum akad kredit yang telah disetujui bank. setelah, Pelunasan uang muka sesudah akad kredit kita disetujui oleh bank baru melunasi kekurangan uang muka.


Penulis: Nanik Wijayanti Editor: Firman Ghazali Akhmadi



Artikel ini dikopi dari sumber yang dapat dikunjungi disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.