https://www.pemilu.org/wp-content/uploads/2019/07/Berita-Pendukung-Jokowi-Sulit-Menang-di-Pilkada-Sumbar.jpeg

Dua pengamat dari Universitas Andalas, Najmudin Rasul dan Asrinaldi. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Padang – Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Najmudin Rasul menilai peluang sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat yang telah menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf di pilpres kemarin, memiliki tantangan cukup berat untuk unggul di Pilkada Tahun 2020 mendatang.

“Baik itu pemilihan gubernur dan wakil, maupun bupati dan wali kota, bagi pendukung 01 agak berat. Mengingat emosi di Sumbar secara politik masih ke 02 sampai hari ini,” ungkap Najmudin di Padang, Jumat 19 Juli 2019.

Meskipun sudah ada pertemuan antara Jokowi dan Prabowo, namun menurutnya belum bisa mengubah emosi masyarakat di Sumatera Barat umumnya. Untuk itu, bagi para calon gubernur, bupati dan wali kota agar melihat faktor tersebut untuk memilih bakal calon wakil mereka masing-masing.

Baca juga: KPU Sumbar Minta 162 Miliar untuk Pilgub 2020

“Faktor psikologis politik harus diperhatikan bagi para calon gubernur, bupati dan wali kota yang akan maju nanti agar peluang terpilihnya lebih banyak,” katanya.

Menurut dia, peluang keterpilihan pada Pilkada 2020 nanti bagi calon pendukung 02 berada di angka 75 hingga 80 persen.

Pandangan berbeda disampaikan pengamat politik Unand lainnya, Asrinaldi. Menurut dia, dalam konteks pilkada tidak berpengaruh signifikan karena dasar pilihan masyarakat di Sumatera Barat bukan karena mendukung atau tidak mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf, tapi pada figur calon kepala daerah itu sendiri.

“Kalau calon kepala daerah itu kuat pengaruhnya di tengah masyarakat, maka dia akan dipilih,” katanya.

Baca juga: Gubernur Sumbar: Negara Biayai Parpol, Ini Alasannya

Terlepas dari calon kepala daerah tersebut mendukung Jokowi-Ma’ruf atau tidak, karena faktanya yang akan dipilih masyarakat adalah sosok yang punya pengaruh di daerah dan memiliki kemampuan untuk meyakinkan masyarakat.

“Kalaupun ada pengaruhnya bagi masyarakat, palingan sedikit dan tidak signifikan,” ulasnya.

Mengingat saat ini atmosfirnya bukan sedang pilpres, dan Pilkada 2020 dilaksanakan bukan bersamaan dengan pilpres, masyarakat akan memilih figur yang diyakini memberikan harapan.

“Mau atau tidak, Jokowi-Ma’ruf itu Ppresiden kita dan ini harus diterima faktanya secara politik. Alasan lainnya, masyarakat kita di Sumbar tidak militan amat dalam memilih di pilpres kemarin,” jelasnya.[]



Artikel ini dikopi dari sumber yang dapat dikunjungi disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.