190722161443-tak-s.jpg

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Agus Baroya mengatakan, dari 55 calon dewan terpilih di Kabupaten Bandung itu, incumbent 23 orang (42 persen) wajah baru 32 orang (58 persen).

“Laki-laki 47 orang (85 persen) perempuan 8 orang (15 persen),” kata Agus kepada galamedianews.com di Soreang, Senin (22/7/2019).

Agus menegaskan, 55 calon dewan terpilih harus menyerahkan bukti laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disampaikan ke KPU Kabupaten Bandung.

“Bukti LHKPN itu paling lambat 7 hari. Bukti LHKPN, berupa tanda terimanya disampaikan ke KPU. Itu wajib disampaikan ke KPU bukti LHKPN ke KPK. Jika tak menyerahkan bukti LHKPN, sanksinya tidak dimasukkan pada usulan pelantikan calon terpilih,” kata Agus.

Ditambahkan Sekretaris KPU Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, pelaksanaan pemilu 2019 serentak di Kabupaten Bandung tidak ada sengketa dan 100 persen pelaksanaan pemilu kondusif.

“Keakuratan para pemilih dalam pelaksanaan pemilu tidak menimbulkan permasalahan yang berarti,” kata Uka.

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut harus dipertahankan atau ditingkatkan. Bahkan, Kabupaten Bandung saat ini menghadapi Pilbup 2020 mendatang, dan September 2019 sudah mulai memasuki tahapan.

“Pelaksanaan pemilu 2019 serentak di Kabupaten Bandung mencapai 83,9 persen dan melebihi target provinsi 77,5 persen dan nasional 80 persen. Pada pemilu sebelumnya, mencapai 72 persen dan pilgub 62 persen. Sehingga pelaksanaan pemilu di Kabupaten Bandung harus dipertahankan dan ditingkatkan,” jelasnya.

Menurutnya, ada peningkatan dalam partisipasi pemilih itu, karena masyarakat sudah sadar dan melek pemilu. 
“Tingginya partisipasi masyarakat dalam pemilih itu, tidak lepas dari peran TNI, Polri, Bawaslu, Kejaksaan, jajaran Muspida Kabupaten Bandung dan media yang sudah berperan aktif dalam mensukseskan pelaksanaan pemilu serentak 2019 mendatang,” katanya.

Sementara itu, KPU Kabupaten Bandung telah menetapkan perolehan kursi anggota DPRD Kabupaten Bandung pada pemilu serentak 2019 lalu dari masing-masing partai politik peserta pemilu. Sekaligus KPU juga sudah menetapkan 55 calon terpilih DPRD Kabupaten Bandung. Selain itu turut dilaksanakan penyerahan salinan SK penetapan calon terpilih DPRD Kaupaten Bandung.

Senin ini, KPU Kabupaten Bandung mengundang para calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bandung untuk menerima SK, dan mengundang Ketua KPU Jabar, Bupati Bandung, Kapolres Bandung, Dandim Bandung, Kajari Kabupaten Bandung, pimpinan parpol dan undangan lainnya.

Berdasarkan rilis yang diterima galamedianews.com pada Senin, penetapan perolehan kursi dan calon terpilih DPRD Kabupaten Bandung itu melalui pelaksanaan rapat pleno terbuka di Hotel Sahid Sunshine Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (21/7/2019).

Pada rapat pleno tersebut turut dihadiri Ketua KPU Provinsi Jabar Rifqi Ali Mubarok, Ketua KPU Kabupaten Bandung beserta para Komisioner KPU Kabupaten Bandung, Sekretaris KPU Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama, Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Januar Solehudin, Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung Ruli Hadiana, S.Sos., M.IPol, Kaban Kesbangpol Kabupaten Bandung Iman Irianto, S.Sos, M.Ap, para saksi dan perwakilan dari partai politik.

Agus Baroya mengatakan, pada rapat pleno terbuka itu, KPU Kabupaten Bandung telah menetapkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Bandung dari masing-masing partai politik pada pemilihan legislatif 2019 lalu.

“Dari total 55 kursi tersebut, PKB meraih 6 kursi, Gerinda 7 kursi, PDI Perjuangan 7 kursi, Golkar 11 kursi, Nasdem 5 kursi, PKS 10 kursi, PAN 4 kursi, dan Demokrat 5 kursi,” katanya.

KPU juga turut menjelaskan nama-nama calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bandung, di wilayah daerah pemilihan (dapil) 1, yakni Tatang Sudrajat, SH.I (Gerindra), Hen Hen Asep Suhendar (PDI P), H. Sugianto, S.Ag., M.Si., dan H. Totong Syamsudin, S.Pd., M.Si., (Golkar), Tri Bambang Pamungkas, S.Farm (Nasdem), Dasep Kurnia Gunarudin, SH., M.M (PKS), dan H. Eep Jamaludin Sukmana (PAN).

Di dapil 2, yakni H. Uya Mulyana, SH.I (PKB), Aep Dedi DS (Gerindra), H. Dadan Konjala, SH (PDI P), H. Yanto Setianto, SE, M.M (Golkar), H. Tedi Supriadi, S.Pd.I, M.Si., (PAN), dan H. Agus Jaenudin, S.I.Kom (Demokrat).

Di dapil 3, yakni Hilman Faroq, S.Pd.,I (PKB), Praniko Imam Sagita (Gerindra), Juwita (PDI P), Riki Ganesa., S.Hut., (Golkar), Nurfitri Apriyani, S.AB (Nasdem), dan H. Irwan Abubakar, S.Si (PKS).

Di dapil 4, yakni Acep, S.Ag. (PKB), Dedi Saepulrohman, SH, (Gerindra), Mochamad Luthfi Hafiyan, S.Pt (PDI P), Dilar Rinaldi, S.Psi dan H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si (Golkar), Maulana Fahmi, S.Si, (PKS) dan Yayat Sudayat (Demokrat).

Di dapil 5, yakni Hj. Renie Rahayu Fauzi (PKB), Drs. H. Mamun Irawan (Gerindra), Dadang Hermawan, S.Sos (PDI P), Obi Kristian (Golkar), Sandi Sudrajat (Nasdem), H. Otjo Sutisna (PKS), dan Hikmat Budiman, SE (Demokrat).

Di dapil 6, yakni H. Wawan Sofwan (PKB), A’I Yulia, S.Ip (Gerindra), Yayat Sumirat, SH (PDI P), H. Firman B. Sumantri, MBA dan Hj. Neneng Hadiani, SH (Golkar), Toni Permana, SH (Nasdem), H. Uus Haerudin Firdaus, SH.I dan H. Wawan Ruswandi., S.Sos.I (PKS), Elin Wati (PAN), dan Ecep Ridwan (Demokrat).

Di dapil 7, yakni Tete Kuswara (PKB), Yayat Hidayat, SE., MM (Gerindra), Erwin Gunawan (PDI P), H. Agung Yanyusan, S.T.Mud dan Hj. Eti Mulyati Hilman, S.Ip, (Golkar), Drs. Tarlan, MM.Pd. (Nasdem), Hj. N. Ela Nurlaela, ST.P dan Ahmad Jaelani Sabarudin (PKS), Drs. Edi Tardiana (PAN), dan Osin Permana, M.Ag (Demokrat).

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

Facebook





Artikel ini dikopi dari sumber yang dapat dikunjungi disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.