Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak kuasa menahan air mata ketika cerita soal janjinya kepada Soekarno, sang ayah yang juga proklamator RI.

Hal itu terjadi ketika Megawati bercerita di hadapan peserta dialog dengan kaum milenial di Kantor Pusat PDIP, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Awalnya, Megawati ditanya seorang peserta acara bernama Camelia. Pertanyaannya, apa mimpi dan keinginan Megawati yang belum terwujud.

Menjawab hal itu, Megawati mengatakan bahwa mimpinya banyak. Ada yang sudah terwujud dan masih banyak yang belum.

Satu hal yang menarik perhatiannya adalah misteri tentang bagaimana Indonesia bisa dijajah 350 tahun. Sejumlah ahli sejarah diajaknya untuk memikirkan dan menggali jawabannya. Dari situ, dia bercerita soal bagaimana di saat ini, ada kecenderungan pihak yang mendorong perpecahan bangsa.

Baginya, hal itu terjadi karena orang kerap lupa dengan perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Dia sendiri tak ingin anak cucunya melupakan jasa para pahlawan.

“Anak dan cucu saya, kalau saya nyekar, ada makam pahlawan yang anonim. Ndak ada yang memberi bunga ke mereka. Saya suruh anak cucu saya ke sana untuk menyebar bunga. Mereka tanya kenapa? Saya katakan para pahlawan itu telah mengobankan dirinya, tanpa diketahui namanya. Maka siapapun dia, kamu harus beri kehormatan,” ucap Megawati, di lokasi.

Cerita itu sepertinya membuat Megawati teringat pada ayahnya, khususnya di era Orde Baru, terjadi de-Sukarnoisasi.

“Memangnya mudah orang berpidato mempersatukan di tengah penjajahan begitu?” kata Megawati.

Padahal, Megawati mengatakan, Sukarno adalah sosok luar biasa yang mampu mempersatukan seluruh wilayah dan orang Indonesia yang berbeda-beda.

“Saya bilang ke bapak saya. Saya janji ke diri saya. Saya janji, one day, you will come back again (satu hari nanti, Soekarno akan hidup kembali),” ungkap Megawati sambil terisak dan air matanya pun keluar.

Dia menegaskan, janjinya itu akan sedikit lagi terpenuhi. “Ini tinggal sedikit lagi saja,” tambah Megawati setelah isak tangisnya terhenti sambil jempol dan telunjuknya dirapatkan.

Di acara itu, hadir juga Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, ditemani wasekjennya Eriko Sotarduga, Ahmad Basarah, dan Utut Adianto.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Hal ini disampaikan Megawati saat menutup pembekalan kader fungsional PDIP di Kantor Pusat PDIP Menteng, Jakarta Pusat.



Baca selengkapnya: https://www.liputan6.com/news/read/3865286/air-mata-megawati-saat-cerita-janjinya-kepada-sang-ayah?utm_source=lpfeed&utm_medium=lpfeed&utm_campaign=rss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.