Liputan6.com, Jakarta – Capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2019 dinilai kurang melibatkan akademisi dan kampus dalam membedah program.

Peneliti Populi Center Afrimadona pun menantang timses atau capres untuk juga berani membeberkan program ke akademisi.

“Apabila dijajaki bicara program? Siap?” tanya Afrinoada pada dua wakil timses yang hadir pada diskusi di kawasan Thamrin, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Juru bicara Jokowi-Ma’ruf, Zuhairi Misrawi menyatakan pihaknya siap memenuhi tantangan bedah program pilpres itu.

“Kami siap, silakan undangannya. Dengan senang hati kami akan datang,” katanya.

Sementara itu, jubir Prabowo-Sandiaga Dahnil Azhar Simanjuntak menyatakan, pihaknya juga dengan senang hati bertemu akademisi di kampus-kampus bila memang tidak melanggar aturan.

“Kami justru senang dan tim kami juga melibatkan banyak akademisi,” ucapnya.

Peran Kampus Kurang Terlihat

Dahnil menilai ada cara untuk lebih melibatkan akademisi dalam politik khususnya pilpres.

“Kami sempat mengusulkan debat kandidat di kampus saja. Tapi dibilang nggak boleh di kampus. Kampus saya maksud bukan fisik, kalau nggak di kampus, kan bisa di luar kampus,” jelas Dahnill.

Sementara itu, peneliti LIPI Sri Nuryanti mengatakan peran akademisi dalam proses politik di Indonesia kurang terlihat.

“Memang dengan hiruk-pikuk pilpres ini, terkait forum rektor dan akademisi memang tidak kelihatan. Tapi kalau dilihat dari artikel dan diskusi di kampus dan beberapa tempat, saya pikir banyak juga rekan-rekan yang masih melakukan fungsinya,” sebut Nuryanti.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:



Baca selengkapnya: https://www.liputan6.com/pilpres/read/3869200/capres-cawapres-ditantang-jabarkan-program-ke-akademisi-siap?utm_source=lpfeed&utm_medium=lpfeed&utm_campaign=rss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.