Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (4/1) mengatakan, personel militer AS dikerahkan ke Gabon dalam menanggapi kemungkinan demonstrasi kekerasan di Republik Demokratik Kongo setelah pemilihan presiden di sana.

Dalam surat kepada pimpinan Kongres, Trump mengatakan, kelompok pertama terdiri dari sekitar 80 personel militer tiba di Gabon hari Rabu apabila dibutuhkan untuk melindungi warga Amerika dan fasilitas diplomatik di ibukota Kongo, Kinshasa.

Ia mengatakan, mereka “akan tetap di wilayah itu sampai situasi keamanan di Republik Demokratik Kongo menjadi sedemikian rupa sehingga kehadiran mereka tidak lagi dibutuhkan.” Trump mengatakan pasukan tambahan bisa dikerahkan ke Gabon “jika perlu.”

Komisi pemilihan umum Kongo dijadwalkan merilis hasil sementara pemilihan presiden pada hari Minggu, tetapi mungkin menundanya karena lambatnya lembar penghitungan datang.

Menurut pengamat dan oposisi, pemilu dicemari penyimpangan serius. Pemerintah Kongo mengatakan pemilihan itu adil dan berjalan lancar.

Koalisi Presiden Joseph Kabila yang berkuasa mendukung pengganti yang dipilihnya Emmanuel Ramazani Shadary.

Komunitas internasional khawatir, hasil yang disengketakan akan menyebabkan keresahan, seperti terjadi pasca pemilihan tahun 2006 dan 2011.



Baca selengkapnya: https://www.liputan6.com/global/read/3869327/kalah-pilpres-capres-kongo-minta-hitung-ulang-surat-suara?utm_source=lpfeed&utm_medium=lpfeed&utm_campaign=rss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.