Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi. Hal ini didukung sejumlah faktor, salah satunya naiknya peringkat daya saing.

Indonesia menjadi negara dengan peningkatan peringkat daya saing tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Peringkat Indonesia naik 11 poin dari sebelumnya di posisi 43 pada 2018 menjadi 32 pada tahun ini.

“Kemarin kita punya daya saing juga meningkat luar biasa. Jadi langkah-langkah pemerintah ini sudah direspons pasar dengan positif,” kata dia seperti ditulis Kamis (6/6/2019).

Selain itu peringkat kredit utang jangka panjang Indonesia atau sovereign credit rating Indonesia dari BBB- menjadi BB oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s/S&P global rating diyakini turut mendongkrak kepercayaan investor terhadap Indonesia sehingga mau berinvestasi atau menanamkan modalnya. 

“Apalagi kemarin kredit ratingnya juga improve. Ini kan bukan ujug-ujug, tetapi sesuatu yang kita design dalam kebijakan publik. Nah pasca-pemilu ini kita harapkan investasi bisa meningkat,” ujar dia.

Data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis oleh Nikkei pun terus menunjukkan peningkatan. Data PMI manufaktur Indonesia pada Mei tahun ini sebesar 51,6, atau naik dibanding bulan sebelumnya yang ada di posisi 50,4.

“Kan saya sudah bilang PMI itu hanya jelek di bulan Januari dan itu setiap tahun. Berikutnya pasti akan naik. Tentu PMI ini berarti market confidence terhadap industri itu tinggi,” ujarnya.

“Kemarin di Nikkei saya sampaikan stabilitas politik Indonesia itu penting. Karena Jepang itu salah satu investor strategis yang di Indonesia dan mereka juga mencari ‘safe heaven’ untuk investasi. ‘Safe heaven‘ untuk investasi salah satunya Indonesia,” imbuhnya.

Faktor-faktor ini, kata Airlangga akan menjadi modal Indonesia dalam menarik investasi meskipun di tengah tekanan ekonomi global.

“Kita punya momentum. Eksternal banyak sehingga mereka melihat beberapa kan kawasan industri sudah naik. Kelihatan baik itu di Jawa Barat dan Jawa Timur,” tandasnya.



Baca selengkapnya: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3989076/kebutuhan-investasi-indonesia-di-2020-capai-rp-5832-triliun?utm_source=lpfeed&utm_medium=lpfeed&utm_campaign=rss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.