Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komisi Pemilihan Umum KPU, Wahyu Setiawan mengatakan revisi visi-misi dan pergantian foto paslon dalam kertas suara adalah dua hal yang berbeda.

“Prinsipnya, perubahan dokumen visi misi program dan validasi data foto surat suara itu sesuatu berbeda,” kata Wahyu saat dihubungi, Sabtu (12/1/2019).

Hal ini dikatakan Wahyu untuk menanggapi protes dari Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid yang justru menyinggung KPU yang membiarkan tim capres cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin mengubah foto.

Wahyu menjelaskan dokumen visi misi adalah bagian dokumen sebagai syarat pendaftaran paslon. Sedangkan foto tidak, oleh karenanya perubahan foto paslon diperbolehkan namun tidak demikian dengan perubahan visi-misi.

“Kan visi misi program itu bagian yang tak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres cawapres, dan tahapannya sudah berlalu sehingga tidak dapat diperbaiki lagi,” ucapnya.

Meski visi-misi tidak bisa lagi direvisi, Wahyu menyebut tak ada larangan bagi para paslon menyampaikan gagasan yang lebih luas dari visi misi, atau menyampaikan maksud dari rencana revisi visi-misi mereka secara verbal.

“Apabila ada gagasan dari paslon yang baru dan akan disampaikan di komunikasi politik dengan masyarakat tentu saja itu hak masing-masing, tapi dokumen visi misi resmi tak bisa diubah,” tambahnya.



Baca selengkapnya: https://www.liputan6.com/pilpres/read/3869068/kpu-sebut-revisi-foto-capres-berbeda-dengan-ubah-visi-misi?utm_source=lpfeed&utm_medium=lpfeed&utm_campaign=rss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.