Liputan6.com, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Jawa Timur mulai memanasi mesin partai di daerah pemilihan (Dapil) 1 menjelang pelaksanaan pemilhan kepala daerah (Pilkada) Surabaya yang akan digelar pada 2020.

“Saya ditunjuk sebagai panglima di dapil 1 untuk melakukan rapat korodinasi di tingkat struktur partai untuk mempersiapkan Pilkada Surabaya 2020,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Anugrah Ariyadi kepada Antara di Surabaya, Kamis (13/6/2019). 

Untuk itu, pihaknya mengaku akan menggelar pertemuan dengan ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga KSB pimpinan ranting se-Dapil 1 Kota Surabaya pada Minggu, 16 Juni mendatang. 

Diketahui dapil 1 terdiri dari enam kecamatan yakni Bubutan, Genteng, Gubeng, Krembangan, Simokerto, dan Tegalsari.

“Kami akan menggelar acara makan siang bersama di salah satu rumah makan dilanjutkan rapat koordinasi,” ujarnya.

Menurut Aryadi, rapat koordinasi tersebut untuk memantapkan dukungan terhadap Whisnu Sakti Buana selaku Ketua DPC PDIP Surabaya sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya pada Pilkada Surabaya 2020.

“Rapat koordinasi ini nantinya juga akan diikuti dapil-dapil laiinya di Surabaya. Ini saya mulai dulu untuk dapil 1,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya ini.

Saat ditanya soal adanya tiga faksi di PDI Perjuangan (Faksi Tri Rismaharini, Whisnu Sakti Buana dan Bambang Dwi Hartono) yang akan mempengaruhi Pilkada Surabaya 2020, politikus PDI Perjuangan ini menegaskan tidak ada faksi di PDI Perjuangan.

“Semua solid untuk memenangkan cawali dari kader sendiri yang akan direkomenasi PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya,” katanya. 



Baca selengkapnya: https://www.liputan6.com/news/read/3988611/mesin-partai-pdip-kembali-memanas-jelang-pilkada-surabaya-2020?utm_source=lpfeed&utm_medium=lpfeed&utm_campaign=rss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.