SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menegaskan kasus poster ‘Raja Jokowi’ berada pada ranah internal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Jika Bawaslu melihat ada pelanggaran tempat yang tidak sesuai, tentunya akan ditertibkan,” tegas Condro di Jawa Tengah, Kamis 15 November 2018.

(Baca Juga: PDIP Ancam Polisikan Pemasang Poster ‘Raja Jokowi’ di Jawa Tengah) 

Stiker 'Raja Jokowi' Tertempel di Angkutan Umum di Jateng (Foto: Taufik Budi)Stiker ‘Raja Jokowi’ Tertempel di Angkutan Umum di Jateng (Foto: Taufik Budi)

Dia menambahkan, di dalam poster tersebut terdapat logo partai politik, namun dalam pemasangannya disebutkan tidak diajak komunikasi. Karena desainnya dianggap keliru, maka poster itu lalu diturunkan.

Selain itu, kata Condro, parpol yang logonya ditempel pada poster itu belum mengadu kepada polisi. Belum ada juga limpahan kasus dari Bawaslu.

“Kami hanya meminta parpol yang dicantumkan di dalam poster tersebut untuk menyikapinya dengan kepala dingin dan tidak emosional,” tegasnya.

Menurut Condro, pihaknya juga tetap menjalin komunikasi dengan Bawaslu. Sementara Bawaslu sendiri dinilai sudah bersikap proaktif dengan melakukan penindakan terhadap pelanggaran dalam pemasangan poster pemilu yang dinilai melanggar.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Kudus memang menemukan sejumlah poster calon presiden yang melanggar aturan pemasangan. Untuk poster calon presiden nomor urut 1, ditemukan posternya di depan sekolah serta tempat ibadah, baik poster yang hanya ada gambar Jokowi maupun bersama pasanganannya.

Jumlah pelanggaran yang terjadi, masih dalam pendataan oleh jajaran Bawaslu Kudus. Bawaslu Kudus masih melakukan pemantauan APK maupun bahan kampanye yang melanggar guna memastikan tidak ada pelanggaran.

(Baca Juga: PDIP Demak Buru Pemuda Penyebar Stiker ‘Raja Jokowi’) 

Poster 'Raja Jokowi' di Jateng (Foto: Taufik Budi)Poster ‘Raja Jokowi’ di Jateng (Foto: Taufik Budi)

Pendataan sebelumnya, tercatat ada 300 pelanggaran, pelanggaran APK tercatat ada 18 baliho, satu umbul-umbul, dan 23 spanduk, sedangkan bahan kampanye terdapat bilboard ada satu, poster mencapai 168 buah, stiker sebanyak 68 stiker dan bendera sebanyak 21 lembar.

Berdasarkan pantauan Antara, poster calon presiden Joko Widodo mengenakan mahkota raja masih terdapat di beberapa lokasi, meskipun jumlahnya jauh berkurang. Pasalnya banyak poster itu yang dipasang di lokasi yang dilarang, sehingga diambil jajaran Bawaslu Kudus.

(fid)





Baca selengkapnya: http://news.okezone.com/read/2018/11/16/605/1978548/kapolda-jateng-tegaskan-poster-raja-jokowi-bukan-ranah-polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.